Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2025

HAMPIR MATI DITERKAM SEPI

Aku tak tahu harus memulainya dari mana, aku lelah dan hampir menyerah. Menyerah kepada kenyataan bahwa ternyata aku sepenuhnya kesepian. Hal-hal yang selama ini kugaungkan ternyata masih belum lawan sepadan bagi kesendirian. Akhirnya, kalimat "idealisme tak harus selalu diberi makan" lebih sering mampir seliweran, sebagai bahan bakar untuk penyesalan. Ditengah kehidupan yang (sangat-sangat) monoton di Solo, di setiap isapan dalam sebatang-dua batang tembakau andalan, dan di hampir semua malam dalam kotak pelebur penat yang tak sepenuhnya dapat menuntaskan amanat.  Tidak ada lagi banyak "namun" atau "tetapi", aku benar-benar mengakui bahwa sepenuhnya telah diperkosa sepi, hancur dan hilang sudah harga diri, terkunci dalam siklus kehidupan paling dibenci, namun tak bisa berbuat apa-apa sebab cukup takut jika terlalu banyak aksi-aksi akan berimbas pada kehidupan university (nanti). Mungkin juga tidak akan lagi banyak umpatan, sebab ini semua adalah buah dar...