SEDIKIT DI MALAM ITU
Saya tadi memasak. Sebutir telur, masing-masing satu siung bawang putih dan bawang merah, empat bakso dari dalam freezer, tak lupa memberi sejumput garam, se tabur merica bubuk, dan sedikit harapan. -- Malamnya, saya agak bimbang, apa yang harus saya lakukan, kemanakah yang jadi titik tujuan. Akhirnya, di jam 10 malam, saya memutuskan keluar, diterpa angin malam, berharap mendapat ketenangan, sembari menyelami kehidupan buatan dari teman-teman. Harapannya. Tapi, di tempat yang coba saya tuju ternyata ada lingkaran penuh berisi para kawula muda yang duduk rapi bersila. Dan tanpa pikir panjang, sayapun putar balik pindah haluan, disengaja lebih pelan agar lebih akrab dengan dingin malam. Tanpa berputar-putar membuang waktu, saya kembali ke rumah untuk kembali melanjutkan apa yang sebenarnya tak perlu juga dituntaskan, menyiasati mencari kabar dengan duduk diam di depan layar agak besar. Setelah cukup lama untuk yang kedua, saya membulatkan tekad untuk lebih cepat menyapa nirwana, se...