SELAMAT

Lewat sini saja. Karena memang selain bukan siapa-siapa, juga sudah tak lagi ada mental gila untuk bergerak seliar dahulu kala.

Selamat dan terima kasih sudah bertahan hingga sejauh ini. Entah dengan alasan serial favoritmu, makanan kegemaranmu, cita-citamu ke Cordon Blue, ataupun nyaman dengan orang-orang dalam lingkaran hidupmu. Semoga segala yang puan impikan serta harapkan kelak menjadi kenyataan. Namun dari saya senantiasa sisakan sedikit untuk siap menerima segala kemungkinan, agar supaya puan tidak kecewa dan terpuruk terhadap apa yang sudah digariskan.

Sebenarnya, saya sudah memberikan ucapan sebagaimana teman dan kawan puan lakukan melalui media sosial. Namun memang, bagi orang yang masih waras, itu tiada sedikit pun menjadi bayangan sebagai sebuah ucapan. Video sepersekian detik sebuah obor besar yang saya bayangkan sebagai pendobrak lilin-lilin kecil yang pada umumnya orang gunakan sebagai sebuah perayaan. Tapi jelas itu sebagai representasi dari besarnya perasaan saya terhadap hari istimewa dari puan. Ditambah dengan lagu pilihan yang memang jauh dari kata ucapan, lebih kepada pengingat untuk puan juga saya sendiri bahwa kita semua sejatinya sudah melalui banyak hal, melintasi waktu, berubah, sering gagal, bahkan lebih sering gagalnya, lebih kerap jatuhnya, berharap agar selalu bahagia, sebab memang begitulah yang didamba semuanya. Memang gila bukan? Jadi wajar jika para teman yang sudah saya jelaskan pun hanya bisa geleng kepala dan kembali ke ratapan sedih melihat keadaan saya.

Tapi sekali lagi tak apa, tiada terlalu peduli juga saya. Yang terpenting apa yang mau saya lakukan, saya lakukan. Apa yang saya yakini sebagai sarana saya bahagia, saya jalankan. Itupun harapan saya terhadap puan, jangan ragu dan jangan takut untuk memperjuangkan apa yang puan yakini.

Entah kapan atau bahkan takkan puan baca tulisan ini, namun sekali lagi saya ucapkan selamat bertambah usia. Jaga terus senyum indah bahagiamu, namun jangan pernah lupa untuk menceritakan segala keluh kesahmu. Menjadi dewasa tidak sekeras itu, jadikan setiap orang yang puan percaya sebagai sarana mencari tenang, teduh, nyaman, dan bahagia. Tak bisa bohong, memang harapannya orang itu adalah saya, namun garis dari-Nya tak selalu mengikuti apa yang kita mau, bukan?. Tak apa, tak jadi masalah. Selagi apapun yang puan yakin dan pilih tetap bisa membuat senyum indah mata sipitmu merekah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KALA ITU; PERIHAL WAKTU, MASALAH RINDU

HAMPIR MATI DITERKAM SEPI