TERNYATA AKU BUKAN SIAPA-SIAPA

Dengan percaya diri, aku mengira bahwa segala yang aku pikir di kepala akan menjadi nyata tak sekedar fana, namun nyatanya tak seperti itu dunia bekerja. Dipatahkan, dijatuhkan, dihancurkan, dipupus harapkan oleh isi kepala sendiri kurasa adalah hal paling menyakitkan dan sepatutnya untuk dibenci. Ya, dibenci. Bencilah pada dirimu sendiri, bukan keadaan yang terjadi.

Bayangkan hal-hal terburuk agar siap dan tak patah ketika itu terjadi. Omongan yang selalu aku gaungkan kepada semua kawan namun kini menjadi peluru yang kembali ke diri sendiri, menjadi paku yang aku palu dengan mantap ke urat nadi, munafik. Memang, ada orang berkata pada sejatinya kita semua munafik. Selalu pura-pura tidak apa apa, dan melakukan kepura-puraan lainnya semasa hidup di dunia fana.

Dan yang kini aku sadari, menaruh kebahagiaanmu di orang lain adalah kesalahan terbesar. Inilah yang sedang kualami, semoga kuat dan bisa untuk menghadapi, melalui, serta menghabisi.

Sebab, "pipel kam en go" Dan ketika tiba masa "pipel" itu "go" maka yang ada hanya sesal, duka, isak tangis, dan nestapa.

Bahagiamu, senyum lebar indah gigi agak kuningmu, tawa gembira hingga keluar peluhmu, semua itu adalah tanggung jawabmu (sendiri!).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KALA ITU; PERIHAL WAKTU, MASALAH RINDU

SELAMAT

HAMPIR MATI DITERKAM SEPI