UPAYA SEDERHANA DAN SEADA-ADANYA

Bagi sebagian orang, menyimpan memori ingatan perjalanan yang entah liburan ataupun naik turun kehidupan melalui secarik kertas ditumpang tindihi coretan, ada juga yang melalui segala macam bentuk estetika jepretan, tak salah, bebas, dan sesuka sebahagia mereka.

Tak menunggu kalian bertanya aku bagaimana, dengan percaya diri aku berkata bahwa lirik larik diiringi alunan musik menjadi salah satu kenyamanan sendiri insan nestapa pura-pura bahagia ini. Ya, aku nyaman dan menikmati setiap lirik yang kudengar dan kuyakini sama dengan apa yang aku rasa ataupun sedang kujalani.

Di masa perantauan yang sangat alay dan jiji jika dikatakan penuh ratapan dan meneteskan darah perjuangan ini, aku banyak mengenal dan mulai menelusuk lebih dalam di setiap lirik-lirik lagu yang kudengarkan. Terlepas bicara soal selera, semua alirannya aku menikmati dengan caraku sendiri.

Persetan polisi skena!

Ketika dalam masa (seolah-olah) terpuruk aku tau apa yang akan kudengarkan, begitupun ketika aku bahagia dan juga saat menemaniku berkhayal menyisir indah jalan Jogja sehabis hujan sore bersama wanita impian yang hanya berani kulirik dan kupuja dari kejauhan. Sebagian mengatakan itu sangat menyedihkan, tak jarang pula ada yang berkomentar apa yang kulakukan adalah suatu yang menjijikan. Sekali lagi kutegaskan, bebas! Dicintai atau dibenci, untuk saat ini aku tak terlalu peduli. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KALA ITU; PERIHAL WAKTU, MASALAH RINDU

SELAMAT

HAMPIR MATI DITERKAM SEPI