BERHASIL GAGAL
Aku sudah bersiap menyapa nirwana sedari tadi yang bisa dikata cukup lama. Tapi untuk menemani dan mengiringinya, aku sempatkan menyelam ke kehidupan orang-orang, melihat apa saja yang sedang mereka lakukan, dengan siapa waktu mereka dihabiskan, tawa atau tangiskah yang menjadi akhir kesimpulan, serta hal-hal lain yang pada akhirnya menyisakan ratapan betapa menyedihkannya aku. Dibilang kurang bersyukur, jelas iya. Dikata tak tau diuntung, mungkin benar juga. Aku, sebagai manusia adalah insan yang selalu berupaya diterima dan seakan memaksa sekitar menerimaku dengan seada-adanya. Egois! Aku, sebagai hamba ialah yang gagal dalam menikmati indah rasa ibadahnya. Aku, adalah seorang yang gagal, dalam segala hal. Mungkin hanya satu yang aku berhasil mencapainya dengan mutlak. Yaitu berhasil menjadi gagal sepenuhnya. Memang sudah sewajarnya memikirkan banyak hal dan berperang di kepala atau apakah aku yang terlalu keras mendidik jiwa dan raga yang kadang sepatutnya diberi ruang untuk sekedar...